Rabu, 15 Februari 2017

Umpama Balon

Sejak awal pertunjukkan, kawanan balon-balon kuning memang sudah tertata rapi di bagian atap panggung. Digadang-gadang sebagai salah satu pemanis panggung, rupanya balon-balon ini memang manis sekali di mata krucill, menggoda mereka untuk mengambilnya. Tak terkecuali dengan seorang pria muda (mudanya pake bangeeet 😁) yang tiba-tiba berjalan ke arah saya dengan pandangan mata yang terus menerus menatap ke arah atap tenda di dekat panggung. Rupanya dia juga sangat menginginkan salah satu balon tersebut bisa diraihnya (mau digunakan untuk bermain, katanya). Setelah berbagai usaha dilakukan (kecuali, naik ke atas panggung, eitsss... saya larang), ternyata balon-balon di atap panggung masih enggan menghampiri pria muda ini (akhirnya nangkring di samping panggung deh nemenin saya 🙊, lumayanlah bisa diajak ngobrol 😅). Dan akhirnyaaa setelah penantian sekian lama, balon yang diinginkan pria muda ini luluh juga, si balon terpisah dari kawanannya dan terbang (tertiup angin 😅) menuju si pria muda ini (Si pria muda langsung ambil balon ini dong.... nunggunya udah laamaaa bangeeet, hehe.....). Begitu senangnya si pria muda ini saat si balon ada di dalam gengggamannya (yeee... yeee... bisa main).


Mengintai kawanan balon di atap panggung, berharap ada yang terpisah dari gerombolannya
(pengen diambil 😑)


Setelah penantian dan pengintaian sekian lama, akhirnyaaa dapat jugaaa....

Ternyata keberhasilan pria muda ini mendapatkan balon, mengakibatkan tertularnya teman-teman pria muda untuk mendapatkan balon juga (saya juga jadi ikut antusias pengen dapetin balon #eh).

Saya yang kebetulan mendapat jatah jaga di area samping panggung menjadi ikut sibuk mengintai balon-balon di atap panggung. Balon-balon yang tadinya bergerombol, perlahan terlihat terpisah dari kelompoknya, tertiup angin, pergi ke haluan yang berbeda-beda, sampai akhirnya satu-persatu balon ditemukan oleh teman-teman pria muda yang berada di area depan panggung (saya dapat? enggak...😅 lha wong balon pergi ke arah mana, saya ada dimana). Teman-teman pria muda juga terlihat kegirangan mendapat balon seperti pria muda (ada yang dipakai untuk tendang-tendangan, dilempar-lempar, dipegang aja, dielus-elus, dibawa jalan, de el el.).



******


 Keesokan harinya disambut dengan balon yang lebih banyak dan lebih warna-warni. 
balon yang kemarin?? udah lupa ... 😅

 ******

PS: Saya jadi mikir, apakah perempuan di mata lelaki juga umpama balon-balon itu? #eh 🙊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar