Minggu, 19 Februari 2017

Puki.. Puki...🍐🍐🍐


Ini pohonnya Abah, yang nanem Abah, dan jadi pohon kesayangannya Abah. Nunggu pohon ini berbuah, sampai bertahuuuun....tahuuun lamanya (katanya siiih).

Raut sumringah terpancar dari wajahnya Abah yang cool (#eh 😎 kadang terkesan serem soalnya πŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™Š) ketika pohon ini berbuah untuk pertama kalinya (sekitar beberapa bulan yang lalu). Waktu itu saya juga ikut sumringah karena bisa menyantap Si Puki dengan gratissss πŸ˜‚πŸ˜‚. Untuk yang pertama kalinya Puki bermunculan dari dahan-dahan pohon dengan malu-malu (belum banyak soalnya πŸ˜…). Kalau tidak salah ada sekitar 25 sampai 30an (mungkin juga lebih😁).

Yihaaaa... kali ini Si Puki pun berbuah kembali (untuk yang kedua kalinya). Dan masih sama seperti sebelumnya, masih malu-malu munculnya.
Puki-puki bergelantungan manja

Pukiii 😘🍐

Petik yang agak masak πŸ˜„

Terus berbuah ya Pukiii... bantu kami jadi sehat 😊😘😘🍐🍐🍐.

Ps: jadi teringat kisah lucu tentang Si Puki🍐--- Puki yang tertukar πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar