"seseorang kalau ruhaniyahnya bagus, pasti fisiknya pun kuat, jarang sakit". Kalimat yang terus terngiang di benak saya itu selalu saja menyemangati diri saya sendiri untuk tetap sehat. Dengan cara bagaimana? Memperbaiki diri dan memperbanyak olahraga tentunya. Namun, manusia tetaplah manusia. Dia hanya bisa membuat rencana-rencana, sedangkan Allah ialah Dzat yang Maha Menentukan. Meski berencana untuk tidak akan pernah sakit, namun ternyata tubuh punya daya tahannya sendiri. Ketika pertahanan tubuhnya tidak terjaga, maka Qodarullah, manusia macam apapun bisa terkena sakit. Seperti saya. Saya termasuk orang yang sangat jarang sekali absen masuk kerja. Apalagi absennya karena sakit. Namun bukan berarti saya tidak pernah sakit. Hanya saja jika sakitnya ringan tetap saya paksakan untuk berangkat.
Nha ini ceritanya kemarin saya absen kerja karena sakit. Dan terbukti. Sekalinya saya izin tidak masuk karena sakit, pasti ada saja yang mencurigai sakit saya tersebut hanya sekedar kamuflase (eh 🙊) 😅😅😅 (nggak ada tampang sakit mungkin yaaa 😁)... Tapi begitulah adanya. Ketika pertahanan tubuh saya memang sudah diambang batas, maka dengan kata lain, tubuh saya minta istirahat.. 😁
Di sisi lain, saya jadi tahu ternyata banyak yang mencari saya ketika saya tidak masuk (eaaaaa.... #GR dikit). Dicariin karena mau ditagih tugas-tugasnya maksudnya... 😹😹😹 Ishhh.....
Hehe... (Nggak Ding)... Banyak yang mengingatkan, banyak yang memberi semangat, membuat saya jadi malu sendiri... Hihi... Memang mungkin manusia seperti saya ini harus sehat terus... Tidak pantas sakit.... (Mukanya sangar kali yaaa, kalau sakit malah aneh... 😌)
Kenapa namanya "Princess" diary? karena bagi setiap wanita, setidaknya dia adalah seorang "Puteri" bagi ayah dan ibunya... :)
Selasa, 17 Oktober 2017
Senin, 16 Oktober 2017
Perbedaan rumput dan pohon
Pernah lihat bagaimana hujan badai menumbangkan sebuah pohon besar nan tinggi? Mungkin pemandangan yang tidak mengherankan kalau tiba-tiba dalam sebuah perjalanan, kendaraan yang kita tumpangi terpaksa harus berhenti. Permasalahanya adalah sebuah pohon tumbang menghalangi perlintasan di jalan raya. Saya pernah mengalaminya. Melihat secara langsung bagaimana akar pohon yang kokoh itu dapat tercabut dengan mudah oleh badai (tentunya atas izin Allah). Ketika berpuluh-puluh menit harus tertahan di pinggir jalan, menunggu perlintasan bebas dari gangguan. Menunggu para superhero memindahkan dan memotong-motong pohon yang tumbang supaya tidak menggangu lalu lintas.
Namun, pernahkah kamu melihat rumput teki tumbang karena hujan badai? Mungkin pemandangan yang sangat langka. Karena badai pasti sudah menyambar pohon besar nan tinggi terlebih dahulu sebelum menyambar rumput.
Ya, mungkin benar jika ada pepatah yang mengatakan "semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya, semakin kencang pula angin yang menerpa". Begitu pun juga manusia. Semakin mau naik kelas maka godaannya juga semakin besar, semakin sulit ujiannya. Jika kurang yakin, maka tengoklah anak SMA dan anak TK. Susah mana soal ujiannya? Meski demikian anak SMA tidaklah sama dengan anak TK. Tidak bisa dibandingkan. Lalu bagaimana dengan manusia? Ketika kita belum bisa menyelesaikan permasalahan yang sama, maka Allah akan terus mengulang ujian yang sama, sampai akhirnya kita bisa menemukan jalan keluarnya. Namun setelah lulus dari ujian tersebut, bukan berarti tidak ada ujian yang lain. Melainkan Allah akan memberikan ujian yang tarafnya lebih sulit daripada sebelumnya. Nha kalau sudah tahu seperti itu, maka tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita dalam menyikapi setiap apapun (cobaan, ujian, maupun musibah) yang menimpa diri kita. Intinya adalah kembali pada Allah. Karena hanya pada Allah lah muara dari segala sesuatu. Terkadang Allah membuat kita terjatuh sangat dalam supaya kita belajar bagaimana berserah. Belajar bagaimana caranya bangkit. Allah memberi kita musibah supaya kita mendekat kepada-Nya. Supaya kita bisa lebih baik dari sebelumnya. Dan ingat, pohon tak akan pernah sama seperti rumput. Angin yang menerpa pohon tak akan pernah sama dengan angin yang menerpa rumput.
Namun, pernahkah kamu melihat rumput teki tumbang karena hujan badai? Mungkin pemandangan yang sangat langka. Karena badai pasti sudah menyambar pohon besar nan tinggi terlebih dahulu sebelum menyambar rumput.
Ya, mungkin benar jika ada pepatah yang mengatakan "semakin tinggi pohon, semakin lebat buahnya, semakin kencang pula angin yang menerpa". Begitu pun juga manusia. Semakin mau naik kelas maka godaannya juga semakin besar, semakin sulit ujiannya. Jika kurang yakin, maka tengoklah anak SMA dan anak TK. Susah mana soal ujiannya? Meski demikian anak SMA tidaklah sama dengan anak TK. Tidak bisa dibandingkan. Lalu bagaimana dengan manusia? Ketika kita belum bisa menyelesaikan permasalahan yang sama, maka Allah akan terus mengulang ujian yang sama, sampai akhirnya kita bisa menemukan jalan keluarnya. Namun setelah lulus dari ujian tersebut, bukan berarti tidak ada ujian yang lain. Melainkan Allah akan memberikan ujian yang tarafnya lebih sulit daripada sebelumnya. Nha kalau sudah tahu seperti itu, maka tinggal bagaimana pintar-pintarnya kita dalam menyikapi setiap apapun (cobaan, ujian, maupun musibah) yang menimpa diri kita. Intinya adalah kembali pada Allah. Karena hanya pada Allah lah muara dari segala sesuatu. Terkadang Allah membuat kita terjatuh sangat dalam supaya kita belajar bagaimana berserah. Belajar bagaimana caranya bangkit. Allah memberi kita musibah supaya kita mendekat kepada-Nya. Supaya kita bisa lebih baik dari sebelumnya. Dan ingat, pohon tak akan pernah sama seperti rumput. Angin yang menerpa pohon tak akan pernah sama dengan angin yang menerpa rumput.
Langganan:
Postingan (Atom)