Kamis, 26 Januari 2017

Suplemen ^^

Suplemen, menurut KBBI berarti:
1. (sesuatu) yang ditambahkan untuk melengkapi; tambahan;  
2. bagian ekstra pada surat kabar, majalah, dan sebagainya; lampiran pelengkap: 
 Namun "suplemen" yang saya maksud disini adalah "makanan tambahan" 😁. Sore tadi ketika mengisi bimsor di kelas kesayangan (#eh 🙊) tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu dari luar ruangan. Setelah dibukakan pintu ternyata......... taraaaa kiriman suplemen datang. 
"Ust pilih yang dus biru aja ust", celetuk seorang siswa. Biasanya di moment ini, krucil bakalan berebut dan merekomendasikan saya agar mau mengambil makanan dari kelasnya. Hmmm tapi warna wortel yang orange, hijaunya brokoli, dan kuningnya jagung sepertinya lebih menggoda saya. Apalagi dengan taburan keju di atasnya... hmmm pasti segar sekali. Kebetulan saya ini cukup gemar makan sayur (Heuheu krucilers kecewa).

Cuaca di luar ruangan nampak mendung dan mulai turun hujan (setelah sebelumnya diguyur hujan lebat kemudian reda). Ah, untungnya sepulang halaqoh dari gedung satu tadi aku bergegas membuat minuman hangat (susuuuu, one of my favorite drinks... 😋😋😋).  Setidaknya ini membantu menghangatkan badan yang memang sudah kedinginan sedari tadi. Susu dan Salad menggoda sekali untuk segera disantap, namun keriweuhan krucils membuat saya mengurungkan niat untuk memakannya. Saya pun memilih untuk melanjutkan kegiatan belajar kami. Sore ini pembelajaran berlangsung seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya, kebanyakan krucil di kelas saya ini memang istimewa (ngelatih sabarrrrr 😁😁). Jadi saya pikir saya juga (agak) mulai terbiasa dengan mereka. Dan entah kenapa waktu serasa cepat sekali bergulir, 60 menit pun berlalu (rasanya cepat sekali, padahal paket soal belum semua diselesaikan 😅). Tapi ya... sudahlah, dengan sangat terpaksa mereka harus membawa sisa soal yang belum terselesaikan sebagai tugas rumah.

Waktu yang dinanti pun tiba......
Hap hap.... mari kita menyantap seonggok makanan dan minuman yang sedari tadi melambai-lambai minta disentuh (padahal mah udah kelaperan 😅).


 

"Slrrrp.... " saya awali makan saya kali ini dengan meminum segelas susu (seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasul, "minumlah dulu sebelum kamu memasukan makanan ke perutmu, sesungguhnya ini mencegah kamu dari berlebihan terhadap makanan. Wallahua'lam). Lalu satu persatu makanan yang berwarna-warni itu pun masuk ke mulut. Masya Allah.... lezatnyeeee (gaya upin ipin). Ini mah sebenarnya karena udah laper aja... (he he ....). Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanan sehat ini (menu diet 😅). Seusainya, aku pun bergegas ke lantai 1 (sebelumnya ada di lantai 2)  untuk mencari tempat transit sebelum menjalankan tugas berikutnya.

Selama perjalanan menuruni tangga menuju lantai 1, saya yakin makanan yang barusan saya konsumsi ini sudah dalam perjalanan dari kerongkongan menuju lambung. Menurut ilmu yang pernah saya pelajari, makanan yang telah dicerna di mulut akan dibawa ke lambung dan akan tetap berada disana selama kurang lebih 3-4 jam untuk dicerna secara enzimatis, yang kemudian akan diteruskan ke usus untuk mengalami pencernaan selanjutnya yang berlangsung kurang lebih selama 6-7 jam. Waaah cukup lama ya..
Tapi apa yang terjadi pada saya pemirsa? belum genap 30 menit, suplemen kedua pun datang (Aduh padahal proses pencernaan sebelumnya saja belum selesai). Karena perut masih terasa kenyang, akhirnya saya memutuskan untuk tidak ikut makan bersama krucilss. Saya hanya menemani mereka makan bersama dan makanan saya, saya santap setelah sholat mahgrib (mmmm rasa-rasanya belum ada 3 jam sejak makan suplemen yang pertama 😅). Ibarat mesin, kalau sering digunakan pasti akan memiliki kualitas yang lebih rendah dengan mesin yang jarang digunakan. Oleh karena itu, saya jadi mikir "organ pencernaan yang sering  dipakai ini berarti bisa menurun juga ya kualitasnya (kinerjanya)? Maka tidak heran jika Rasul mencontohkan kita agar merutinkan puasa sunah Senin-Kamis. Ya, dengan berpuasa berarti kita ikut mengistirahatkan mesin-mesin pencernaan yang ada di tubuh kita. Namun, tak seperti mesin buatan manusia, mesin yang telah khusus Allah rancang ini memiliki keistimewaan. Walaupun digunakan terus-menerus tetapi tidak akan cepat rusak (syarat dan ketentuan berlaku). Kenapa? Karena setiap sel yang menyusun mesin-mesin di tubuh kita memiliki daya regenerasi yang mengganti sel-sel yang telah rusak menjadi sel-sel yang baru kembali (yang ini syarat dan ketentuan berlaku juga). Sungguh Maha Besar Allah, Tuhan yang telah menciptakan makhluk-Nya dengan bentuk yang paling sempurna.

******
Waktu menunggu datang lagi. Sembari menunggu adzan Isya berkumandang, akhirnya perut saya nyerah juga (lapaarrrrr). Makaaaaan......................................😋



Tidak ada komentar:

Posting Komentar