Dear the reader..... (nha lho bener nggak nih ngomongnya?) ^_^
Kalau kemarin saya sempat cerita tentang kedatangan baru saya di dunia persepedaan, kali ini saya mau cerita tentang kedatangan baru saya di dunia kepenulisan.
Ya... dunia tulis menulis sebenarnya sudah sejak lama mulai saya lirik. Kapan ya tepatnya? Kalau tidak salah sekitar tahun 2008an. Waktu itu tahun-tahun awal saya belajar di perguruan tinggi. Ada banyak sekali recruitment organisasi-organisasi intrakampus saat itu. Banyak pamflet kegiatan serta pengumuman pendaftaran anggota beberapa UKM yang terpajang manis di mading kampus. Terus terang saja waktu itu ada 2 UKM yang sempat menarik perhatian saya. UKM yang pertama adalah UKM yang bergerak di bidang penelitian dan UKM yang kedua bergerak di bidang tulis-menulis. Saya pikir akan keren sekali kalau saya bisa bergabung di UKM penelitian (agak kelihatan pinternyaa, hehe). Lalu saya memutuskan untuk mengikuti seleksi menjadi calon anggota UKM tersebut. Saat sesi wawancara, saya ingat sekali ada satu pertanyaan yang cukup menohok bagi saya. "Berapa banyak buku yang sudah kamu baca selama satu minggu ini?", ya kurang lebih begitu isi pertanyaannya. Saya hanya bisa garuk-garuk kepala sambil nyengir kebingungan. "Paling 1 buku, itupun buku modul Kak", jawab saya. Maklum jurusan saya memang mengharuskan mahasiswa dan mahasiswinya untuk menghafal (mau nggak mau..), jadi nggak sempat baca buku yang lain deh (alah ngeles, bilang aja malas). Dan kalian tahu, setelah saya jawab seperti itu, ternyata giliran berikutnya menjawab bahwa dia sudah menyelesaikan 3 buku selain buku modul dalam waktu satu minggu terakhir ini. Ketika saya menoleh, ternyata orang tersebut adalah kawan sejurusan saya yang kebetulan sama sama mendaftar (udah deh mati kutu saya ketika Si Kakak yang mewawancarai bertanya apa jurusan kami). Dan ya.. seperti yang sudah kalian duga, beberapa hari setelah seleksi, akhirnya saya dinyatakan tidak lolos (udah deh udah ganti UKM lain aja). Bagaimana dengan teman saya? ya tentunya dia diterima.
Tak berselang lama, UKM kedua yang saya sukai ternyata mengadakan kegiatan pelatihan kepenulisan. Karena ingin sekali bergabung dengan klub ini, otomatis saya langsung mendaftar jadi peserta. Daaan, di luar dugaan, ternyata saya terkantuk-kantuk dan bosan saat mengikuti pelatihannya. Sebagai seseorang yang katanya ingin sekali bergabung, saya rasa sikap saya ini salah. Akhirnya saya mengurungkan niat saya untuk bergabung dengan UKM ini (heyy ini terus kapan cerita tentang awal nulisnya??? 😰😰😰).
Oke baik saya lanjutkan yaaa...
Berawal dari sahabat pena yang pernah saya punya saat SMA (lho lho lho.. kok jadi masa SMA? padahal tadi bilangnya saat awal di perguruan tinggi.. 😏), saya merasa bahwa saya juga harus punya karya. Sahabat pena saya kala itu adalah seorang yang pandai merangkai kata-kata indah menjadi puisi. Kegagalan saya bergabung dengan UKM penelitian, membuat saya kerap menulis cerita dengan alur yang cukup panjang (dan celakanya cerita saya tidak pernah tamat, selalu berhenti di tengah cerita dan sudah, ditinggalkan). Begitu seterusnya sampai akhirnya di tahun ketiga saya sempat mempersilahkan kawan saya untuk membaca cerita-cerita saya. Tahu apa komentarnya? " Kok bisa berkhayal sejauh ini ya?".. fix nih saya ini anak-anak imajiner, tukang ngayal. Udah, sejak saat itu cerita-cerita saya akhirnya selesai disitu saja, terbengkalai karena tugas kuliah yang seabreg.
Semenjak itu, kiprah saya di dunia tulis menulis terhenti (eh, kiprah katanya... 😂😂). Kemudian, berselang agak cukup lama, dengan sangat terpaksa saya harus kembali aktif menulis. Kapan? saat harus menyelesaikan skripsi 😁.. Ya mau nggak mau kan, kalau mau cepat lulus, otomatis harus gemar nulis (dan baca banyak referensi). Udah, skripsi selesai, selesai juga hobi tulis menulis saya. Sampai akhirnya di pertengahan tahun 2014, saya bertemu dengan kawan lama saya. Seiring berjalannya waktu, saya baru mengetahui kalau dia ini ternyata penggemar berat Tere Liye. Yaudah deh, mau nggak mau saya juga akhirnya ketularan. Hampir semua novel dia (yang karya Bang Tere) saya pinjam. Dari novel-novel yang saya baca itulah, saya seperti punya kekuatan lagi untuk berimajinasi (sebenarnya ada sebab lain dibalik itu 😅), sampai sekarang, ketika saya lebih banyak merenung, hasrat menulis saya akan tiba-tiba muncul. Akhirnya saya pun mencoba untuk menulis, menulis, dan menulis lagi. Tulisan saya jelas sekali sangat jauh dari kata bagus, apalagi sempurna. Namun sebuah keajaiban terjadi ketika saya mau benar-benar mencurahkan hati dan pikiran untuk menulis sebuah kisah. Ternyata kisah tersebut menjadi sedikit lebih layak dibaca oleh khayalak. Iyaaaa, benar... dan taaraaa, tulisan saya akhirnya dimuat di majalah lokal tempat saya bekerja. That's it. Sepertinya saya akan lebih rajin menulis setelah ini... (mudah-mudahan nggak berubaah pikiran yaaaa 😁😁😁, Aaamiin)...
Yihaaaaaa..... tulisan pertama, honor pertama... ^^




Tidak ada komentar:
Posting Komentar