Kenapa namanya "Princess" diary? karena bagi setiap wanita, setidaknya dia adalah seorang "Puteri" bagi ayah dan ibunya... :)
Rabu, 25 Januari 2017
Caca, Cici, Cucu, Cece, dan Coco
Caca, Cici, Cucu, Cece, dan Coco....
Ya... itulah kira-kira nama bayi-bayi kelinci saya yang nampak di keranjang berwarna biru..
Mereka adalah generasi ke-4 dari induk-induk kelinci yang saya punya...
Generasi pertama yang dilahirkan oleh induk kelinci pertama saya berjumlah 5 ekor dan akhirnya habis dimakan kucing. Begitu juga dengan generasi kedua (3 ekor) dan ketiga (4 ekor). Jadi kalau dihitung total, sudah ada sekitar 12 anak kelinci saya, yang jadi santapan kucing (tega benerrr ya itu kucing.... #sakit atiiii sayaaaa... 😭😭😭)
Sejak awal saya memang selalu memberi nama kelinci-kelinci saya. Mulai dari Chika, Leo, Cici, Pupu, Manis, Clover, dan Shofia. Itu baru nama induk-induknya aja 😁, nama anak-anaknya terus terang saya agak lupa.. (faktor U <usia> mungkin yaaa 😁😁😁 eh, atau karena faktor BM yaaa #Belum Menikah 😂😂😂😂). Sebenarnya meskipun saya selalu memberi nama kelinci-kelinci saya, biasanya saya selalu memanggilnya (hampir semua kelinci peliharaan saya) dengan sebutan "Ciii..." yang diambil dari suku kata terakhir "kelinci" 😅😅😅
(Duuuh rempong ya, udah susah-susah dikasih nama, ternyata semua dipanggil "Ciii...").
Kembali ke Caca, Cici, Cucu, Cece, dan Coco, mudah-mudahan mereka bisa tumbuh selamat sampai dewasa. Jika sudah dewasa, ukuran tubuh kelinci jenis ini bisa seukuran tubuh kucing. Caca dan saudara-saudarinya termasuk jenis kelinci "Flemish Giant". Untuk memeliharanya sebenarnya cukup mudah. Hanya saja bagi seorang pemula, biasanya akan mengalami kendala berupa tidak berumur panjangnya kelinci. Hal tersebut bisa disebabkan oleh banyak hal seperti:
1. Terlalu sering digendong ketika usianya dibawah 2 bulan
2. Dimandikan
3. Pakan yang tidak sesuai
4. Kandang yang kotor/ jarang dibersihkan
5. Mendapatkan stress yang berupa ancaman dari hewan lain atau dari lingkungan (kebisingan misalnya)
6. Terlalu banyak makan.
Penyebab nomor 1, 5, dan 6 pernah saya alami ketika awal-awal saya memelihara kelinci. Namun seiring berjalannya waktu, pengalaman pernah gagal membuat saya lebih berhati-hati dalam pemeliharaan selanjutnya (Terbukti kan sampai beranak-pinak begitu.... 😁)
Jika kelinci masih bayi (dibawah usia 2 bulan) biasanya saya akan sering menjemurnya di tempat yang tidak terkena matahari secara langsung. Hal tersebut berfungsi untuk pembentukan vit. D, juga menghindari terbentuknya jamur. Kelinci yang kurang mendapat sinar matahari dan tinggal di kandang yang terlalu lembab biasanya akan ditumbuhi jamur di telinga dan bagian sekitar mulutnya (berdasarkan pengalaman yaaaa).
Untuk makanan kelinci Flemish Giant ini tidak terlalu sulit. Biasanya saya memberi sayuran yang masih segar, seperti caisim, kol hijau, kol putih, wortel (kadang-kadang), ubi jalar (ternyata doyan juga), pisang (nyaingin yang punyaa daaaah), kangkung, selada, ataupun ampas tahu. Cici-cici saya ini tidak terlalu suka jika sayurannya sudah layu. Jika terpaksa saya kasih sayuran yang layu, biasanya sayuran tersebut tidak akan habis dimakan.
Oh iya, kembali ke Caca, Cici, Cucu, Cece, dan Coco, seorang teman pernah bertanya pada saya "Ziz, itu bagaimana cara membedakannya? Apakah kelincinya dikasih kalung yang ada namanya atau bagaimana?", sontak saya tertawa. Sebenarnya untuk membedakan mana Caca, mana Cici, mana Cucu, mana Cece, dan mana Coco tidak terlalu saya pusingkan karena semua kelinci saya biasanya saya panggil "Ciii..." 😁 (seperti yang sudah saya ceritakan di atas).
"Panggil aja kelincinya, kalau dia nengok berarti itu yang punya nama", begitu kira-kira jawaban saya (manusia kali ah, dipanggi nengok 😅). Baiklah kita biarkan saja dulu Caca, Cici, Cucu, Cece, dan Coco tumbuh berkembang hingga dewasa. Jika sudah dewasa mungkin akan lebih mudah dibedakan (karena udah bisa dandan sendiri-sendiri, bisa buat ciri khas sendiri, sudah mandiriiii 😌😌😌)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar