Kamis, 27 Juli 2017

The First



“Ust, ini cobain ust”, seorang anak laki-laki dengan perawakan kecil tiba-tiba mendatangi saya yang sedang sibuk menghabiskan makan siang sembari menyodorkan sekantong bulir jeruk (bingung istilahnya apa yah??? πŸ˜… pokoknya mah satu belahan jeruk itulah)

 yang saya maksud sekantong bulir jeruk itu yang saya kasih batasan garis merah 
(Bingung kan nyebutnya apa? sebulir bukan, sebiji juga bukan, sebuah apa lagi πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…)

"Ustadzah disuruh makan ini???", balas saya sembari menerima jeruk yang diberi oleh si anak lelaki tersebut (untuk mempermudah, kita sebut saja Si Imut ya... hehe maaf, nama disamarkan). Si Imut cuma mengangguk dan tersenyum sambil memperhatikan saya (jadi curigaaaaa niiih saya πŸ˜‘... ).

"Aku biasanya emang gitu ust, kalau mau makan jeruk harus dicobain dulu sama orang lain, baru aku mau makan", kata Si Imut menambahkan. Duuuh jadi ngerti nih saya, maksudnya Si Imut, saya jadi kelinci percobaan. kalau jeruknya manis, Si Imut mau makan, kalau masam, Si Imut nggak mau makan jeruknya (Tiwas GR... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…). Agak usil ya Si Imut ini..... hmmm.....

Melihat Si Imut yang masih menunggu reaksi saya, saya cuma bisa memberikan jempol sambil mengunyah jeruknya. 
"Jeruknya nggak masam, enak, dimakan aja", kata saya menambahkan. 
Sebenernya jeruknya nggak manis-manis amat, tapi nggak masam juga. Nha, ajaibnya Si Imut nurut aja, ketika saya bilang "dimakan aja", dimakanlah jeruk itu sampai habis. Makan siangnya hari ini juga habis tak bersisa (biasanya cari banyak alasan supaya dibolehin nggak ngabisin makan siang...πŸ˜‘).

Untuk urusan sepele seperti ini saya kadang merasa terharu (uuuuhhhh πŸ˜‡). Iya, disaat banyak teman sekelasnya Si Imut yang bisa dimintai tolong untuk mencicipi jeruknya (atau bisa dibilang kelinci percobaan πŸ™Š) dan ada guru lain juga, tapi dia memilih saya untuk menjadi yang pertama (nyobain jeruknyaaaπŸ˜…), rasa-rasanya gimana ya.... mmmm......kaya ada manis-manisnya gituuuu (hihi... kacauuu πŸ˜…). Meski seringnya bikin gemes gurunya, tapi kalau lagi kaya begitu jadi manis banget kesannya.... (pengen bawa pulang #eh πŸ˜… )....

(ini intinya mau ngomongin apa siiiih??? 😁 
"yang pertama yang istimewa", gitulah intinya mah... πŸ˜„
"Dijadikan yang pertama, jadi merasa istimewa" (#eh.... gara-gara jeruk, bapernya kemana-mana πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar