Senin, 19 Juni 2017

Malam yang lebih baik dari seribu bulan

Memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, banyak orang yang berlomba-lomba ingin mendapatkan malam yang disebutkan lebih baik dari malam seribu bulan. Ya, malam itu adalah Lailatul Qadar. Yaitu malam istimewa yang sengaja Allah ciptakan di salah satu malam di bulan Ramadhan. Kenapa istimewa? karena di malam tersebut merupakan waktu diturunkannya Al-Quran. Selain itu, dikisahkan bahwa pada malam tersebut Malaikat Jibril turun, yang hal ini menandakan banyaknya barokah pada malam tersebut. Oleh karena itu, banyak yang menganjurkan kita untuk memperbanyak memohon ampunan di malam ini dengan membaca doa: "Allahumma innaka afuwwun, tuhibbul 'Afwa fa'fu annii.." yang artinya "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang memohon ampunan, maka ampunilah aku. Nha karena kita tidak tahu pasti kapan datangnya Lailatul Qadar, maka di 10 hari terakhir Ramadhan, kita dianjurkan untuk memperbanyak doa tersebut. Lailatul Qadar juga merupakan malam dimana dicatatkan takdir tahunan seseorang. Maka perbanyaklah doa (yang bersifat ukhrawi) di malam tersebut.

Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, sepertinya masjid di berbagai penjuru kota Satria pun semakin nampak ramai. Terutama ketika menjelang waktu berbuka sampai malam hari, bahkan hingga keesokan paginya. Banyak para pejuang Lailatul Qadar yang melakukan i'itikaf di masjid-masjid (pilihannya​ masing-masing). Mereka mengisi hari-hari tersebut dengan memperbanyak ibadah (membaca Al-Quran, mengikuti kajian, bersedekah, dan melakukan sholat sunah. Selain itu, beberapa pejuang juga memilih untuk menambah amalan dengan berbuat baik pada orang yang sedang berpuasa, yaitu dengan jalan menyiapkan sarana dan prasarana bagi peserta i'itikaf yang lain). 

Nha terus saya gimana? Termasuk pejuang Lailatul Qadar juga bukan yaaa? 😅😅😅😅

Ok, berhubung hari aktif kerja di semester ini sudah berakhir sejak hari Minggu kemarin, maka di hari libur ini, saya dan Melati memutuskan untuk berkunjung lagi ke tempat mulia ini... 😄
Fotonya diambil ba'da sholat tarawih
(Setelah muter-muter nyari warung yang buka, cuma demi beli pasta gigi yang lupa enggak dibawa 😅😅😅)
#efek hari Minggu kemarin masuk, jadi sore harinya, berangkatnya buru-buru 😀😄

Ngapain ya kira-kira? 😅
Iya sebetulnya masih dalam rangka memperbanyak saksi kebaikan ya (siapa tahu dapat Rizqi Lailatul Qadar juga, hehe...) sehingga kami memutuskan untuk bermalam disini. Banyak hal baik yang saya dapatkan disini. Belum sehari saja sudah ada banyak ilmu yang kami peroleh.

Kali ini saya mau berbagi sedikit hasil simakan saya yang berhasil saya rekam di otak dan saya catatkan di buku tulis.

1. Harta Haram dan Akibatnya
Sesungguhnya hendaklah seseorang memperhatikan dari mana asal harta yang ia gunakan untuk membeli minuman, makanan, pakaian, yang apalagi dengan hal-hal tersebut lalu ia gunakan untuk beribadah. Kenapa??? Karena ternyata tidak akan diterima ibadah seseorang yang masih mengalir harta haram di dalam tubuhnya. Selain itu, makanan​ dan minuman​ yang berasal dari harta haram yang masuk ke tubuh kita akan menjadi sarana yang mempermudah setan masuk ke tubuh kita. Otomatis jika setan sudah merasuk (mengganggu) ke tubuh kita, maka kita akan lebih sulit lagi melakukan ibadah (atau kalaupun bisa beribadah, maka akan sulit beribadah dengan benar), ia akan semakin sulit berbuat kebaikan.
"Dan sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Baik, oleh karena itu, Dia tidak akan menerima kecuali yang baik".

2. Dakwah
Dakwah (menyeru dalam kebaikan) merupakan kewajiban bagi setiap muslim (An-Nahl: 125). Jika kita berdakwah, maka kita berkesempatan untuk menjadi petunjuk bagi seseorang. Dan bila orang tersebut mengerjakan kebaikan seperti apa yang kita tunjukan, maka kita juga akan mendapatkan pahala kebaikan seperti yang dilakukan oleh orang tersebut tanpa mengurangi pahala yang diterima orang tersebut.

3. Pembatal keimanan: syirik, benci terhadap syari'at yang dibawakan oleh Rasulullah SAW, mengejek/ mengolok-olok perkara yang berkaitan dengan syari'at Islam.
(Catatan: poin ke-3 pembatal keimanan ini yang saya jumpai sering terjadi, namun terkadang orang tidak sadar sedang melakukannya).

4. Keutamaan Al-Quran: Allah yang memberi ilmu langsung (manusia dengan akal dan panca inderanya dapat memahami ilmu yang ada pada Al-Quran), dapat menenangkan jiwa (jika dibaca dengan fasih), membawa orang yang masih jahil (bodoh) ke arah tauhid (yang penuh dengan ilmu), menggunakan bahasa Arab yang kaya makna, mengandung kisah nabi yang terdahulu, ...... 
(Berhubung penyakit ngantuk menyerang, kelanjutannya terdengar samar-samar 😀😀😀😅)

Ps: ditulis saat jam istirahat, hehe...
(Ditunggu rekaman otak saya selanjutnya ya...
Semoga bermanfaat 😊, aamiin).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar