Sabtu, 29 Juli 2017

"AAS"

Akhir-akhir ini memang sepertinya lagi kurang fokus nih saya. Terlalu cinta dunia mungkin yaaa, jadi nggak fokus sama tujuan hidup (emang apa tujuan hidup kamu Zah??coba dipikir lagiiiii! 😉). Sebangun tidur sampai tidur lagi, pikirannya dipenuhi dengan dunia, dunia, dan lagi-lagi urusan dunia (#Istighfar…. ---- ingeeeetttt, istighfarnya jangan kaya krucil lho, disuruh istighfar bener-bener yang diucap malah kata istighfarnya bukan bunyi istighfarnya). Hmmm kalau udah begini jadi inget kata-kata seorang ustadz, salah satu ciri orang yang masih cinta dunia adalah pada apa yang terlintas di pikirannya pertama kali ketika bangun tidur (Saya gimana ya kira-kira?? Rasa-rasanya kok masih ……????? hmmmm, begitu bangun tidur, seringnya yang terlintas pertama kali di pikiran adalah masalah dunia, yang tentang kerjaan lah, ya krucil-krucil lah, ya inilah, ya itulah….. duuuuh….. #hati-hati Zah!). Nha kalau udah merasa futur begini, solusi paling tepat ya ngecharge rohani. Salah satunya bisa dilakukan dengan ngikuti kajian langsung atau via yout*** lah minimal. Untuk ngecharge rohani di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini sebenarnya kita sangat dimanjakan oleh teknologi. Dari kamar tidur sambil leyeh-leyeh pun kita bisa mengikuti kajian via inet. Namun sejujurnya saya lebih suka jika mengikuti kajian secara langsung. Nah, salah satu keuntungan yang saya peroleh di tempat kerja saya sekarang adalah adanya program charge rohani setiap sepekan sekali (nha bisa ikut kajian langsung tanpa harus pergi jauh kaaan.... #disyukuriiii). Betapa kita dimudahkan dengan fasilitas tersebut, kalau nggak dimanfaatkan sebaik-baiknya, rugilaaah. Biasanya kalau pematerinya pas yang saya suka, semangat banget nih dengerinya (eeeh, nggak boleh pilih-pilih lho Zaaah! Harus suka semua. Lihat isi materinya, jangan orangnya).

“AAS” adalah topik materi yang saya peroleh di hari Rabu kemarin. Apaan sih AAS? AADC kaliiii.. hehe, bukan…
AAS, Akselerasi Amal Saleh.. (bukan cuma sekolah ya ternyata yang ada sistem akselerasi, hehe 😁). Kenapa kita butuh tahu tentang ini? Iyaa, jadi begini….

Bismillahirrahmanirrahim….
Di awal kajian, pemateri selalu mengingatkan tujuan hidup kita apa?? Tentunya kehidupan akhirat (yang kekal) yang baik, yaitu dengan mendapat surga (betul tidak??? coba koreksi tujuan utama hidup kamu).  Lalu pemateri bertanya bagaimana caranya kita bisa masuk surga? Sebenarnya ada banyak cara, tapi kebanyakan dari kami (peserta kajian) menjawab dengan kompak yaitu dengan memperbanyak amal saleh. Mendengar jawaban kami, Si Pemateri pun bertanya balik “yakin amal saleh kita bisa membuat kita masuk surga?” dengan nada seolah mengetes keyakinan kami. Dan sungguh tercengang saya dibuatnya oleh jawaban Si Pemateri. “Bukan, bukan karena amal saleh, kita bisa masuk surga, tapi karena rahmat Allah”, ini sesuai sabda Nabi dalam hadist yang artinya:

Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).

Kamu paham?? Terus terang saya butuh waktu sedikit lebih lama untuk mencerna sampai akhirnya agak paham (ini pun baru agak paham lho yaaa 😅).

Kalau amal saleh kita tidak menjadi penyebab kita masuk surga, lalu pertanyaannya adalah “kenapa kita harus beramal saleh?”. Iyaaa kannn???

Jadi, sebenarnya tidak ada yang sia-sia dengan amal-amal saleh yang telah kita lakukan. Kenapa? Karena amal-amal saleh yang telah kita lakukan tersebut adalah salah satu cara  untuk memperoleh rahmat Allah. Selain itu, banyak sedikitnya amal saleh yang kita lakukan itu akan menentukan di derajat yang mana, di level yang mana kita akan menempati surganya Allah (tentunya dengan rahmat Allah yaaa). Tapi kalau kita mau menginstropeksi diri, pastilah dalam beramal saleh, kita masih memiliki banyak kekurangan, tidak sempurna. Contohnya aja sholat. Jujur deh, pasti dalam melaksanakan sholat, terkadang masih banyak urusan dunia yang melintas di kepala. (Pengalaman saya sendiri yaitu susah sekali selama sholat, bener-bener fokus sama sholatnya. iya... yang tiba-tiba ingat A lah, ingat B lah....).  Kenapa sih yaaaa? Karena ternyata yang mungkar selalu saja memerangi yang ma’ruf (udah mirip sinetron yaaa, atau sinetronnya yang mirip kalimat saya barusan yaaa??heee 😁 ). Siapakah “yang mungkar” itu???? Mari kita simak.
Sesungguhnya dalam melakukan kebaikan itu tidaklah mulus dan mudah, kita punya 3 musuh yang harus kita kalahkan, agar misi menjalankan kebaikan bisa berhasil. Siapa 3 musuh itu?
1. Yang pertama adalah setan (lagi-lagi setan…..😈) 
2. Hawa nafsu
Sebagaimana firman Allah dalam surat Yusuf yang artinya:
“Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang”. (Qs. Yusuf 53) 
3. Manusia yang mengikuti hawa nafsu
“Dan Allah hendak (membersihkan kamu dari dosa dengan) menerima taubat kamu, sedang orang-orang (yang fasik) yang menurut keinginan hawa nafsu (yang diharamkan oleh Allah itu) hendak mendorong kamu supaya kamu menyeleweng (dari kebenaran) dengan penyelewengan yang besar bahayanya”. (QS. An Nisa : 27).

Nah dari situ saja kita bisa lihat betapa sulitnya menggapai amal saleh yang sempurna. Lalu pantaskah, mampukah kita masih mengharap surga Allah??? Mungkin jawabannya tidak. Tapi tenang… Allah selalu bermurah hati, yaitu dengan adanya program AAS ini. Bagaimana caranya? Yaitu dengan cara mengajak orang lain beramal saleh. Kenapa?  Karena…
Bismilllahirrahmanirrahim… Rasulullah bersabda dalam haditsnya yang berbunyi:
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893).
 Sebagai contoh:
"Bersedekah". 
Suatu saat kita bersedekah sebanyak 10.000. maka kita hanya mendapatkan kebaikan sebesar pahala sedekah 10.000. 
Nha, coba bayangkan apa yang akan terjadi jika kita bersedekah 10.000, lalu kita mengajak (katakanlah) 100 orang untuk bersedekah (misalkan masing-masing orang akan bersedekah 10.000), maka logikanya (sesuai HR Muslim no.1893) kita juga akan mendapat pahala sebesar sedekah 100 orang @ 100.000, yaitu sebanyak:
= 10.000 (sedekah sendiri) + 100 * 100.000  (dari sedekah orang yang kita ajak sedekah)
= 10.000 + 10.000.000
=10.010.000

Nha ketahuan kan, sedekah kita yang tadinya hanya 10.000 menjadi berlipat ganda. belum lagi jika pahalanya dilipatgandakan oleh Allah. kok bisa??? iya, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 261 yang artinya: 
“Perumpamaan  orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih (biji) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Nggak berhenti disitu. bayangkan lagi jika orang yang mengajak kita bersedekah mengajak orang lain lagi untuk bersedekah... masya Allah, maha besar Allah.. maka pahala yang akan Allah berikan akan berlipat-lipat... makanya yuuuk ah, berlomba-lomba mengajak pada kebaikan. Nha, kali ini saya cuma mau ngajak satu hal kecil yang sering disepelekan kaum hawa nih.... apaa ituuuu? jaurob.... iya jaurob, kaos kaki.....
"yuuuk ah pakai kaos kaki... ingat yaaa, telapak dan punggung kaki kita adalah aurat, maka tutupilah.... (saya juga sering lupa ini.... yuk bareng-bareng berbenah...)... Ingat!!! pakai kaos kakinya ya solehah... terutama jika akan bertemu (atau keluar rumah yang kira-kira akan dilihat oleh...) orang yang bukan mahramnya.... ini sepele, tapi susah banget untuk bisa istiqomah melakukannnya... (pengalaman pribadi yaaaah? 😅😅😅)... jangan lupa ajak orang lain juga agar menutup aurat dengan sempurna... "Pakai KAOS KAKI".. 😉😉😉

sedekahnya juga jangan lupa, sholat dhuhanya rutinin... baca qur'annya banyakin, qiyamul lailnya diriin, ngingetin orang lain berbuat baiknya seringin, berbakti sama orang tuanya lanjutiiin... yukkkk ah kita laksanain..... (katanya cuma mau ngajak 1 hal kecil......??? haha... semakin banyak mengingatkan (diiringi dengan melakukannya yaaaa), Insya Allah... mudah-mudahan kan akan semakin banyak kebaikan yang kita peroleh.... Aamiin.... (mumpung nih ceritanya, mumpung lagi sadar..😁😁😁)....

Wallahu a'lam bishawab (dan Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya)...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar