Hey, universe...
Kemarin Sabtu, tepatnya tanggal 8 April 2017 pukul 14.23an WIB, saya baru saja mendarat di Jatiwinangun tercinta. Mendarat? Hehe iya habis kemah di Baturaden, bawaannya kaya terbang aja (naik, menanjak terus sih jalannya).
Kebetulan hari ini Si Mpit (temen SMP saya, partner in crime juga #eh 😁😁😁) baru saja seminar di Purbalingga, otomatis pulangnya ngelewatin Purwokerto dong. Alhasil pulang ke rumah ibu nya bareng Mpit deh... Yeeeee dapat tebengan 🙌🙌🙌 (anak kos mah seneng banget sama hal-hal yang berbau gratis, hihi.. ups🙊). Nha, terjadilah percakapan di sore itu yang akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk walking around bersama di hari Minggunya (asyiiiik... Emang lagi butuh jalan-jalan banget). Kami memutuskan untuk berkunjung ke waduk penjalin. Sebenarnya tempat tersebut sudah terlalu sering dikunjungi, tapi kabarnya ada tampilan baru yang membuat kami penasaran ingin pergi kesana.
******
Minggu yang dinanti pun akhirnya datang juga... Pagi yang biasanya tak bosan datang dengan langit mendungnya, hari ini seolah merestui rencana kami.. yak, langitnya biruuuu, harinya ceraaah. Ah, senangnyaaaa... 😄Rute pertama perjalanan kami dimulai dari sini:
Satu, dua, tiga anak tangga mulai kami naiki. Daaan....sesampainya di atas, apa yang terjadi?
"Cin, naik perahu yuuuk". Eh, ada yang ngajak naik perahu... Hmmmm, takut sih sebenarnya naik perahu kecil begitu..
"Kamu mau naik perahu?", Saya hanya membalasnya dengan nada datar lalu mengajak Si Mpit ini ke taman jamur (berharap Si Mpit lupa tentang keinginannya untuk naik perahu 😁😁 #tertawa jahat).
Sesampainya di taman jamur, disana-sini terlihat banyak muda mudi, bapak ibu yang tengah asyik mengambil foto. Memang banyak spot bagus untuk mengambil foto disana, sehingga kami pun tak mau ketinggalan, kami langsung mengambil kamera (eh, HP ding), lalu memulai untuk jeprat-jepret sekitar... 📷📷📷
Foto candid yang menghasilkan foto pose galau 😅
Mpit nunggu siapa? 😁
Aku nunggu siapa? 😁
Hari makin panas, berteduh di bawah naungan jamur (buatan) dulu deh...
"Cin, yuuk naik perahu...", Hihi tiba-tiba ada yang inget perahu nih...
Mmmm meski sudah menyampaikan keengganan saya untuk naik perahu lengkap dengan alasannya, ternyata Si Mpit lebih punya kekuatan yang datangnya entah darimana (mungkin dari bulan) yang akhirnya membuat saya berkata iya.. huhuhu....
Perahuuuu... 😍😍😍
Nah loh ada yang seneng banget naik perahu
Dengan ragu-ragu, kaki saya pun mulai melangkah masuk ke dalam perahu. Satu dua keluhan, tiga empat rengekan pun mulai keluar dari mulut saya....
Takut 😭😭😭. Itu perasaan saya ketika menunggu perahunya dipenuhi penumpang. Bagaimana tidak takut, perahunya digoyang-goyangkan oleh air tanpa henti, seperti mau oleng saja #eh.
Sekitar 10 menit menunggu, akhirnya kuota jumlah penumpang perahu yang kami tumpangi pun sudah terpenuhi. Bismillahirrahmanirrahim... perahu mulai melaju.. 🚣🚣🚣
Tepian waduk mulai terlihat menjauh, dan lihat tangan saya... Tangan saya terlihat menggenggam erat kayu-kayu penopang atap perahu 😅😅😅 (takut jatuh).
Semilir angin, hijaunya pepohonan di seberang, putihnya awan, birunya langit pun seolah bekerja seperti morfin. Mereka memberikan rasa nyaman, mengurangi rasa gelisah, menghilangkan ketakutan saya ketika berada di atas perahu... "Yeeeee, ayooo Pak melaju yang jauh", saya pun mulai ketagihan 😅😅😅😁.
Eits tapi lihat penumpang di belakang, ada yang mengeluh perutnya mual, ada yang merengek minta turun, ada yang memohon agar perahunya segera kembali ke tepian, dan saya? Saya sedang menikmati perjalanan (singkat) ini... 😂
******
"Krucuk... Krucuk...", cacing-cacing di perut sepertinya mulai protes... Wajar sih karena memang sekarang sudah mendekati jam makan siang. Akhirnya, seturunnya dari perahu, kami pun memutuskan untuk mencoba kuliner baruuuu 😄Taraaaa..... Sampailah kami di WM dekat waduk. Kalau dari tempat parkir, jaraknya sekitar 500 m. WM ini bisa diakses dengan jalan kaki, kendaraan roda 2 atau 4.
Menu yang bisa dicoba disini adalah betutu atau mujaer yg digoreng, dipecak, atau dioblok-oblok, cah kangkung, sayur asem, es teh, es jeruk, dan aneka macam jus.
Nha untuk makan siang kali ini kami memilih betutu pecak (kenapa bukan mujaer? Karena betutu lebih banyak dagingnya, tutur saya kepada Mpit 😁 #ketahuan nih mana yang hobi makan 🙊), cah kangkung, es jeruk, dan nasiiii....
Saking enaknya atau saking lapernya yaaa 😁 sampai-sampai kami tambah nasi #eh 🙊🙊🙊 (tapi masih ada yang tersisa di ceting kok 😸).
Sambal pecaknya enaaak
Keunikan dari warung makan ini adalah letaknya yang di pinggir waduk (bisa makan sembari menikmati pemandangan) dan ada satu spot foto yang menarik. Nha disitu kita bisa mengambil foto diri kita dengan angle yang cukup bagus (menurut saya). Recomended deh....
Jalan di atas drum ini butuh perjuangan banget (hihi agak lebay, tapi bener, karena kita harus menjaga keseimbangan supaya tidak jatuh).
Sebenarnya masih ingin berlama-lama di waduk, ingin mengikuti rangkaian acara yang kebetulan akan di selenggarakan oleh salah satu komunitas disitu. Tapi apa daya, Si Mpit sudah dicari-cari sama Si Empunya (Ayah Ibunya, maksudnya 😁). Pulang deh...
Ps: semoga ada kesempatan baik lain untuk bisa berkunjung kesini...








Tidak ada komentar:
Posting Komentar