Sabtu, 19 Agustus 2017

Keutamaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah



Malam ini dapat ilmu lagi nih…. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š
Kebetulan hari ini lagi nggak mudik, jadi jangan sia-siakan….hehe….. (Ingaaatt!!! kalau nggak mudik, setidaknya harus ada minimal satu kebaikan yang dikerjakan lho yaaaa…)
Jadi ceritanya, sore ini seperti habis dapat hidayah saya…. ๐Ÿ˜ (Alhamdulillah yah…. ๐Ÿ˜Œ) sehingga, pengen banget nyatronin Ust. Syafiq + Ust. Khalid di y**t***. Sebenernya ada beberapa tema yang sengaja banget pengen dilihat juga siiih.... (karena lagi banyak bertanya-tanya tentang ini itu). Nha, nggak sengaja ni mata cantik tetiba ngelirik ke salah satu judul kajian yang emang pas banget untuk kita tahu saat ini. Iyap, judulnya adalah tentang “keutamaan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah”. Pas banget kan? Sebentar lagi kan kita akan memasuki bulan Dzulhijjah tuh (tinggal menghitung hari). Ibarat orang yang mau bepergian, maka harus ada bekalnya. Nha sama tuh… Kita, sebelum melewati Dzulhijjah juga harus cari bekalnya dulu. Supaya apa? Supaya Dzulhijjah kita bermakna dan nggak berlalu sia-sia.
Disebutkan bahwa ”Tidak ada hari-hari di sepanjang tahun yang lebih Allah sukai (pahalanya lebih besar) dibanding  10 hari pertama di bulan Dzulhijjah)”.  Bahkan sebagian ulama juga berpendapat bahwa: amal sunah sekecil apapun yang dilakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah itu lebih baik dari jihad fi sabilillah. Bayangkan! Jihad aja kalah sama amalan sunah (yang dilakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah), apalagi amalan yang wajib. Iya kan? Iya dong? Nha belum selesai ya.. ada pengecualian ternyata. Apa itu? Jika ada seseorang yang berjihad (berperang) dengan membawa jiwa dan seluruh hartanya, lalu ia tidak membawa pulang satu pun dari keduanya (mati sahid), maka hal tersebut kedudukannya menyamai amal sunah sekecil apapun yang dilakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Tuh kan? Kedudukannya baru menyamai lho… padahal jihad. Berarti, hal ini mengisyaratkan bahwa betapa istimewanya 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Bahkan disebutkan pula bahwa 10 hari pertama bulan Dzulhijjah itu lebih baik dari 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Kenapa? Saat 10 malam terakhir di bulan Ramadhan kita memang dianjurkan untuk mencari satu malam yang istimewa yang kedudukannya lebih baik dari 1000 bulan (yaitu laelatul qodar). Tahu kan laelatul qodar?? (tetangga saya... #eh ๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š). Laelatul qodar, yaitu malam yang jika kita (beruntung) mendapatkannya, maka amalan yang kita kerjakan di malam tersebut, dihitung seperti seakan-akan kita kerjakan selama 1000 bulan (sekitar 83 tahun). Tapi…..kita kan dianjurkan mencari laelatul qodar tersebut (diutamakan) di malam ganjil (nggak setiap hari). Sedangkan untuk 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, Allah menganjurkan agar kita melaluinya (setiap hari) dengan memperbanyak amal soleh (Tafsir Al-Fajr: 1-3).
Hal ini disebutkan juga dalam hadist yang di riwayatkan oleh Bukhari yang bunyinya:


ุฑูˆู‰ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ุงุจู† ุนุจุงุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ู…ุง ู…ู† ุฃูŠุงู… ุงู„ุนู…ู„ ุงู„ุตุงู„ุญ ููŠู‡ุง ุฃุญุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ูŠุนู†ูŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ ู‚ุงู„ูˆุง : ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ؟ ู‚ุงู„ ูˆู„ุง ุงู„ุฌู‡ุงุฏ ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฑุฌู„ ุฎุฑุฌ ุจู†ูุณู‡ ูˆู…ุงู„ู‡ ุซู… ู„ู… ูŠุฑุฌุน ู…ู† ุฐู„ูƒ ุจุดูŠุก

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.
Lalu amalan-amalan apakah yang harus kita lakukan di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah? Simak yuuuuk….
Amalan-amalan yang bisa dilakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah:
1.      Haji
Bagi setiap muslim/ah yang sudah mampu, haji adalah sebuah kewajiban. Bagi yang belum, marilah kita berlomba-lomba untuk memampukan diri, mengupayakan agar bisa melaksanakan rukun islam yang ke-5 ini (setidaknya niat dulu yuuuuk…..sembari memikirkan + usaha gimana caranya supaya bisa lekas berhaji. Aamiin.... ๐Ÿ˜‡).
2.      Qiyamul lail (sholat malam)
Inget yaaa, qiyamul lail itu banyak macamnya, bukan cuma tahajud. Witir, hajat, istikharah, tarawih (dan masih banyak lagi), juga termasuk qiyamul lail
3.      Puasa 9 hari (pada tanggal 1-9 Dzulhijjah)
Bagi yang mampu (tidak ada udzur yang syar’i) sangat dianjurkan untuk berpuasa di tanggal 1-9 Dzulhijjah. Tanggal 10nya enggak????? kan lebaran haji (Idul Adha) ๐Ÿ˜„. Ingeeeet, baik Idul Adha maupun Idul Fitri, kita tidak diperbolehkan untuk berpuasa yaaa…. Begitu juga dengan tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah (hari tasyrik). Terus gimana kalau nggak kuat selama 9 hari?? Silakan berpuasa selama beberapa hari saja, semampunya (kurang dari 9 hari). Dan jika ini dirasa masih berat, maka minimal puasa di tanggal 9 Dzulhijjahnya (Puasa Arafah). Kenapa minimalnya harus tanggal 9? Kenapa bukan tanggal 2 atau 3 nya? Karena…. Puasa arafah punya keistimewaan. Apa? Yaitu akan diampuni dosanya 1 tahun yang lalu dan 1 tahun ke depan (syarat dan ketentuan berlaku yaaaa). Ooh... kalau selain tanggal 9 berarti nggak istimewa??? Ya istimewa dong.... tapi yang tanggal 9 lebih istimewa lagi... ๐Ÿ˜Š.
Terus gimana kalau ada yang (sengaja) melewatkan puasa 9 hari di tanggal 1-9 Dzulhijjah ini? Dosa? Enggak sih… Cuma kok kayanya perhitungannya payah amat yaaah…. ๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š#uppsss. Gimana enggak? dikasih kesempatan langka kok disia-siain. Coba deh buat yang mba-mba atau mas-mas, gimana perasaan kamu ketika kamu tahu, barang yang sangat kamu suka lagi di diskon besar-besaran dan itu udah jadi idam-idaman kamu banget. Eh, tapi kamu sengaja abai, padahal yang lain berebut mendapatkannya. Atau saat kamu tahu gebetan mau datang ke perpus, tapi kamu cuek aja malah milih ke kantin. Jadilah itu gebetan kamu kecantol orang lain (#eh ๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š). Pasti deh rasanya arghhhh banget (yang pernah ngerasain ini pasti ngerti, hehe.. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…). Lho…lho…. Terus, emangnya, balasan puasa di tanggal 1-9 Dzulhijjah itu diskonan belanjaan or gebetan??? Ya bukanlah…. Tapi maghfiroh… ampunan… sebagai manusia yang tak pernah luput dari dosa, pasti pengen dong dapat ampunan dari Sang Khaliq??? Booong banget kalau bilang enggak. emang udah siap masuk neraka? (#eh ๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š)

Nb: Oh iya, Idul Adha itu juga dikatakan lebih afdhal dari Idul Fitri yaaa. Kenapa? Karena saat Idul Adha, setelah sholat ied, kita dianjurkan untuk melaksanakan ibadah lain (yaitu ibadah qurban), sedangkan idul fitri tidak (maksudnya tidak ada ibadah khusus yang dikerjakan setelah sholat ied. Jadi yang mau berkunjung ke rumah sanak saudara boleh, yang mau tamasya boleh, yang mau maaf-maafan juga boleh. Nggak khusus).
Nha ngomong-ngomong soal idul adha, bagi yang mau berqurban, ingat ya… batas akhir potong kuku atau cukur rambut yaitu tanggal terakhir di bulan Dzulqo’dah yaaa (berarti tanggal 22 Agustus 2017).


ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ุฐِุจْุญٌ ูŠَุฐْุจَุญُู‡ُ ูَุฅِุฐَุง ุฃُู‡ِู„َّ ู‡ِู„ุงَู„ُ ุฐِู‰ ุงู„ْุญِุฌَّุฉِ ูَู„ุงَ ูŠَุฃْุฎُุฐَู†َّ ู…ِู†ْ ุดَุนْุฑِู‡ِ ูˆَู„ุงَ ู…ِู†ْ ุฃَุธْูَุงุฑِู‡ِ ุดَูŠْุฆًุง ุญَุชَّู‰ ูŠُุถَุญِّู‰َ
“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban


4.      Memperbanyak membaca al-quran
Ingeeet, baca sehuruf aja dinilai 10 pahala kebaikan. Apalagi kalau lebih banyak yang dibaca. Semakin banyak kebaikan juga yang akan kita dapatkan (Aamiin…).
5.      Memperbanyak sodaqah
Ingeeet, Allah selalu mengembalikan lebih yaaaa…. (Allah kan baik)… sesungguhnya ketika kita bersodaqoh kepada orang lain, sebenernya kita sedang bersodaqoh untuk diri sendiri. Ketika kita mendoakan orang lain (apalagi diam-diam), sesungguhnya kita juga sedang mendoakan diri kita sendiri (kok bisa?? Iyalah, kan malaikat yang balas doain kita, dengan doa yang sama. Makanyaaaa banyak-banyak doain orang… hehe… diam-diam yaaa).
6.      AAS
Masih inget singkatan AAS? Akselerasi Amal Saleh. Masih inget kan gimana caranya??? Ajak yang lain dalam kebaikan ….
7.     
(tanda “” apaan maksudnya??? Kata senior yang ahli matematika sih itu artinya “dan seterusnya”. Jadi selain ke-6 amalan di atas, yuuuuk lakukan juga amalan-amalan soleh lain (tentukan sendiri). Ingaaat, amalan sunah sekecil apapun (yang dilakukan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah) itu lebih baik dari jihad fi sabilillah lhooo….

Wallahu a'lam bishawab (dan Allah lebih mengetahui yang sebenar-benarnya)...
Semangaaat!!!! ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช Ayooook kita bareng-bareng berlomba-lomba dalam kebaikan… ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Tidak ada komentar:

Posting Komentar