Minggu, 05 Maret 2017

Semesta Menjawab (Bagian 2)

Cahaya kuning keemasan nampak berpendar rapi dari ufuk barat. Satu dua kilauannya jatuh tepat di pelupuk mata, membuat kedua telapak tangan bergegas untuk menutupnya.

"Mba, sepedaan lagi yuuuk", ajak Si Adik yang lagi-lagi minta gowes. Berhubung cuaca kemarin sore cukup bersahabat dan saya pulang lebih awal dari biasanya (pulang pas asar, termasuk pulang gasik.. 😁) akhirnya saya pun menyetujui ajakan Si Adik Kecil. Karena ban Si Black agak kempis, akhirnya kami memutuskan untuk singgah ke tempat pompa ban terlebih dulu agar performa Si Black dan Si Red (Red: tunggangan Si Adik Kecil) lebih oke di jalanan.

Isi angin duluuuu

"Kita mau kemana yaaah?" pikir kami sore itu. "Nhaaaa, mumpung ada partner nih, coba rute baru yuuuk, tapi jarak dekat saja (karena kebetulan kami keluar sudah agak sore). Kita mulai dari Jl. Ovis terus ke Jl. dr. Angka ya, terus di pertigaan belok kiri lewat jl. A. Yani, naiiik terus, sampai sekuatnya (kebetulan jalannya agak menanjak, hehe)", tutur saya menambahkan.

Setelah menaiki tanjakan.. 😎

Dimanakah ini???? 😃

Seberhentinya Si Black, kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah sembari mengambil beberapa foto sebagai dokumentasi tempat-tempat yang pernah kami (kami: saya dan Black) singgahi. Keringat pun mulai bercucuran. Yessss, semoga banyak kalori yang terbakar.

Selesai mengambil gambar, kami putuskan untuk kembali ke kos karena hari sudah semakin petang. Yeeeeee... jalanannya menurun, sehingga kami tak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengayuh sepeda. Sembribit, eh semilir angin pun seolah membasuh dahaga (eh, menguapkan keringat ding hehe).
Kayuh terusss, terus, sampai akhirnya ada seonggok (#eh) dua baris tulisan yang merayu saya untuk berhenti dan mengambil foto kembali.

Cukup Black yang nampang 😁

Akhirnya ikut nampang juga 😁

Langit terlihat semakin gelap. Gumpalan awan mendung pun nampak semakin berat saja. Sepertinya tidak lama lagi akan turun hujan. Dan benar, keesokan harinya, tepatnya pagi tadi, hujan memang benar-benar turun di waktu subuh (gagal gowes pagi deeeh 😅). Apa boleh dikata, akhirnya subuh tadi bersahabat kembali dengan selimut dan bantal sejenak, kebetulan memang sedang udzur sholat (alaaah.. alasan mulu nih mba'e... 😅).

Simpulan: jangan tunda apa yang kamu bisa lakukan sekarang. Jangan tunggu esok. Karena kita tidak pernah tahu, hal apa lagi yang akan terjadi esok hari, yang akhirnya menjadi alasan untuk menunda kembali. 😄

Tidak ada komentar:

Posting Komentar